PKP-PD Sumatera Barat Sukses dilaksanakan

PKP PD Sumbar 21-23 Nov 2014, Bukittinggi.

PKP PD Sumbar 21-23 Nov 2014, Bukittinggi-Sumbar.

Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Partai Demokrat angkatan ketiga digelar di Campago Resort Hotel, Bukittinggi, Sumatera Barat  21-23 November 2014. Acara diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD), Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dept PPPA) DPP-PD, serta Divisi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) DPP-PD. Materi materi yang disampaikan dalam PKP PD Angkatan Ketiga adalah:

1. Teori Demokrasi dan Politik Gender, nara sumber Andi Timo Pangerang

2. Apa yang Dimaksud Partai Demokrat sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah, Apa Konsekuensi, dan Bagaimana Melaksanakannya? Nara sumber Gondo Radityo Gambiro

3. Strategi Partai di Parlemen dalam Isu Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, nara sumber Ramadhan Pohan

4. Isu Lokal oleh Ketua DPC PD Bukittinggi (yang juga Walikota Bukittinggi) Ismet Amzis

5. Komunikasi Politik : Menjadi Juru Bicara Partai Demokrat,  nara sumber Ramadhan Pohan

6. Warisan Kebijakan Susilo Bambang Yudhoyono, nara sumber Ramadhan Pohan

7. Partai Demokrat dan Peta Kepartaian di Indonesia  plus Posisi Nasionalis Religius, nara sumber Ulil Abshar Abdalla.

Pada materi yang disampaikan, Ramadhan mengatakan, dalam 10 tahun pemerintahan, capaian kepemimpinan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) luar biasa.Dalam satu dasawarsa terakhir pemerintahan Presiden RI ke-6 SBY di tengah berbagai tantangan, telah banyak menghasilkan banyak capaian, baik itu di bidang ekonomi, infrastruktur, penegakan hukum dan lain sebagainya. Salah satunya adalah angka Produk Domestik Bruto (PDB) yang terus meningkat, pada tahun 2014 ini mencapai Rp 9,084 triliun. Sementara cadangan devisa mencapai 124,6 miliar dolar AS. Adapun rasio utang pemerintah terhadap PDB mengalami penurunan hampir 60 persen dari tahun-tahun sebelumnya, dan sekarang menjadi 23 persen. Rasio utang terhadap PDB Indonesia ini berada pada urutan paling rendah dibanding Tiongkok, Italia, Inggris, AS, dan Jerman.

Pencapaian lainnya adalah rasio utang luar negeri yang terus menurun 70 persen lebih, dari 27,8 persen menjadi 7,8 persen. APBN kita juga meningkat empat kali lipat. Pendapatan per kapita selama 10 tahun terakhir meroket tajam menjadi 3.049,1 dolar AS. Di antara negara-negara G20, Indonesia berada pada urutan kedua setelah Tiongkok. Indonesia sudah sejajar dengan negara-negara besar di dunia.Dari segi penanggulangan kemiskinan, sebanyak 5,23 persen penduduk Indonesia keluar dari kemiskinan, sehingga sekarang angka kemiskinan berada pada angka 11,47 persen. Perlindungan sosial terhadap warga miskin seperti Raskin dan BLSM. Kemudian, 3,6 persen penduduk Indonesia sudah keluar dari pengangguran, dan sekarang berkisar di angka 6,3 persen. ekspor naik hampir tiga kali lipat. Peningkatan anggaran pendidikan lebih dari 20 persen.

Dari sisi kesehatan nasional, sampai saat ini sudah ada 76 ribu dokter, jumlah tersebut masih terus ditingkatkan oleh pemerintah. Sementara itu, untuk pasokan listrik, saat ini Indonesia mempunyai daya 25 ribu megawatt. Dalam 10 tahun terakhir terus bertambah dan dalam beberapa bulan lagi akan menjadi 50 ribu megawatt. Untuk percepatan pembangunan, telah ada program MP3EI yang bernilai Rp 828,7 triliun dengan 365 proyek.

Dalam PKP PD Sumbar, ada 17 harapan dari peserta pelatihan, diantaranya peserta mengharapkan ada pelatihan seperti ini reguler di DPD dan DPC, peserta berharap PD memberikan kesempatan Perempuan menjadi pemimpin di DPC dan DPD, dalam training ini peserta difasilitasi oleh Umi Farida diajak mencari akar dari tujuan kenapa perempuan harus aktif dipolitik dan menjadi anggota legislatif, hal ini untuk menyuarakan aspirasi perempuan,  untuk menyuarakan hak – hak perempuan yang masih timpang di masyarakat  karena adanya budaya patriarkhi, untuk membantu perempuan anggota DPRD kab/kota dan DPRD Provinsi untuk mengusulkan dan membuat Produk Kebijakan atau Perda yang memberikan perlindungan bagi Perempuan dan Anak. Dalam training tersebut peserta juga ditanamkan rasa percaya dirinya dengan membongkar definisi kodrat dan gender, bahwa kodrat itu adalah pembedaan ciri ciri fisik yang diberikan Tuhan sejak ia lahir, sedangkan gender adalah sifat-sifat yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan oleh masyarakat yang kemudian mengakibatkan pembedaan sifat yang berpotensi mendiskriminasikan perempuan.

Harapannya dengan materi tersebut ketika perempuan PD melakukan kampanye di konstituen dan mendapatkan black campaign yang menjatuhkan perempuan karena stigma atau diskriminasi berdasarkan gender dapat tetap percaya diri dan terus meyakinkan masyarakat bahwa perempuan juga layak menjadi pemimpin, layak mewakili masyarakat di legislatif dan berbakti bagi negara.

Sebelumnya, Ketua Panitia PKP-PD Angkatan Ketiga Rezka Oktoberia melaporkan, PKP-PD sebelumnya (angkatan pertama dan kedua) telah diselenggarakan di Banten dan DKI Jakarta. Artinya  PKP-PD Angkatan Ketiga adalah kali pertama digelar di luar pulau Jawa. Rezka mengaku sangat bangga dan salut terhadap kader perempuan Demokrat. Awalnya terdaftar 38 peserta dan tersaring menjadi 33 peserta. Diharapkan dari 33 peserta yang memahami kepemimpinan, jumlahnya kelak berlipat-lipat sehingga informasi tentang Partai Demokrat bisa disampaikan pada masyarakat luas hingga tingkat PAC. Panitia PKP-PD berkomitmen membangun dan membesarkan Partai Demokrat di Sumbar bersama seluruh kader. Ia berpesan kepada kader perempuan di FPD DPRD se-Sumbar agar tetap mengabdi pada rakyat. Terus  menyampaikan informasi positif terkait Partai Demokrat serta keberhasilan masa kepemimpinan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pro-rakyat.

PKP PD Sumatera Barat, 21 - 23 November 2014, Bukittinggi-Sumbar.

PKP PD Sumatera Barat, 21 – 23 November 2014, Bukittinggi-Sumbar.

Dalam acara penutupan Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP-PD Ulil Abshar Abdalla menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya pada Dept PPPA DPP-PD yang diketuai Andi Timo Pangerang, juga pada Rezka Oktoberia, selaku ketua panitia pelaksana, serta panitia lainnya yakni Hilda Thawila, Kris Mandalina, Umi Farida, Dian Rosana. Menurut Ulil, Partai Demokrat akan semakin baik jika baik kader perempuannya lebih aktif. Perempuan adalah sosok fenomenal karena aktif, tidak mudah patah semangat, serta tahan cobaan. Karenanya peran perempuan dalam organisasi sangat penting.

Ulil menegaskan pada peserta PKP-PD bahwa menjadi seorang politisi bukan pekerjaan yang jelek. Menjadi politisi sama dengan menjadi pebisnis, akademis, dan profesi lainnya. Bahkan menjadi politisi lebih sulit. Ia memberikan contoh, menjadi seorang akademis membagikan pengetahuan pada mahasiswa, menjadi pengusaha menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat, menjadi wiraswastawan menciptakan produk berkualitas, tetapi menjadi politisi harus berhadapan dengan publik, dengan orang yang macam-macam kepentingannya. Politisi harus menghadapi profesor sampai penduduk yang berpendidikan SD. Politisi harus menggunakan bahasa yang tepat pada mereka semua.

Ulil menambahkan apa ciri-ciri politisi yang berhasil adalah politisi yang bisa menyesuaikan diri dengan keadaan yang penuh konflik, tetapi tidak larut di dalamnya. Dia berada dalam konflik tetapi tidak dikuasai konflik. Ulil pun menganjurkan seluruh kader Partai Demokrat menjadi politisi yang berhasil. Syarat plotitisi yang berhasil antara lain berani dan mau terus mempelajari keadaan yang selalu berubah. Belajar tidak harus membaca buku. Belajar juga dilakukan dengan cara mengamati keadaan. (kardi/dik/Umi F)