PKP-PD Angkatan ke-2 Resmi Ditutup

Foto bersama usai penutupan Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Partai Demokrat angkatan ke-2 yang diselenggarakan Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP Partai Demokrat di Kantor Pusat Partai Demokrat, Graha Kramat 7, Jalan Kramat Raya no 146, Jakarta Pusat. (foto: omartara)

Foto bersama usai penutupan Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Partai Demokrat angkatan ke-2 yang diselenggarakan Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP Partai Demokrat di Kantor Pusat Partai Demokrat, Graha Kramat 7, Jalan Kramat Raya no 146, Jakarta Pusat. (foto: omartara)

Jakarta: Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Partai Demokrat (PKP-PD) angkatan ke-2 yang diselenggarakan Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPP Partai Demokrat (DPPPA DPP-PD) dan DPD Partai Demokrat DKI Jakarta memasuki hari terakhir dan resmi ditutup Ketua DPD-PD DKI Jakarta Nachrowi Ramli, Kamis (29/10). PKP-PD angkatan ke-2 digelar di Kantor Pusat Partai Demokrat, Graha Kramat 7, Jalan Kramat Raya no 146, Jakarta Pusat, sebelumnya angkatan pertama digelar di Banten.

PKP-PD angkatan ke-2 di hari terakhir menghadirkan narasumber Wakil Ketua Umum II Partai Demokrat Max Sopacua yang membawakan materi “Partai Demokrat sebagai Penyeimbang Pemerintah” dan bertindak sebagai moderator Muhammad Husni Thamrin (dari Friedrich Nauman Foundation Jakarta yaitu Yayasan Jerman yang bergerak di bidang politik).

Max Sopacua mengatakan, yang dimaksud Partai Demokrat sebagai partai penyeimbang adalah apabila kebijakan pemerintahan Jokowi programnya pro-rakyat maka Partai Demokrat akan mendukung, sebaliknya bila tidak pro-rakyat maka Partai Demokrat akan mengkritisinya. Argumentasinya program pro-rakyat  yang digagas  dan dijalankan Pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selama 10 tahun, manfaatnya sudah banyak dirasakan masyarakat, di antaranya KUR, PNPM Mandiri, BPJS dan masih banyak lagi.

Max mengharapkan, kaum perempuan dan kader Partai Demokrat bisa menjelaskan program pro-rakyat selama pemerintahan SBY kepada masyarakat di daerahnya masing masing.

Usai Max menyampaikan materi pelatihannya, acara  dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Setelah istirahat, salat, dan makan siang, acara dilanjutkan dengan penutupan.

Dalam acara penutupan, Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Fadjar Sampoerno menyatakan, setelah mengikuti pendidikan selama tiga hari, para peserta PKP-PD terlihat menjadi lebih berwibawa dan berbeda dari sebelumnya. Kalimat penyemangat dan apresiatif dari Fadjar Sampoerno segera disambut tepuk tangan para peserta.

“Walaupun Partai Demokrat berada di peringkat keempat pada Pemilu 2014, tapi saya bangga kader perempuan demokrat masih bersemangat mengikuti pendidikan. Mudah-mudahan ini langkah awal yang baik dalam merebut kembali kemenangan di Pemilu 2019,” kata Fadjar

Di tempat yang sama, Nachrowi Ramli mengucapkan syukur nikmat atas karunia-Nya dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia sehingga acara bisa berjalan baik dan lancar. Ia juga berharap, kader Partai Demokrat kembali memenangkan Pemilu 2019.

Nachrowi  menegaskan, Partai Demokrat adalah partai yang besar karena mempunyai sistem pembinaan baik, salah satunya adalah pengayaan pendidikan dan pengetahuan serta penyiapan sumber daya manusia untuk pengawasan organisasi. Semua ini adalah investasi untuk masa yang akan datang.

Setelah menyampaikan sambutannya Nachrowi menutup pelatihan dengan mengetuk palu.

Sebelumnya ketua panitia PKP PD-DKI, Elfira Sylviani, mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang terlibat sehingga pelatihan berjalan sukses.

“Semoga kegiatan ini menjadi modal awal Partai Demokrat kembali menjadi pemenang di Pemilu 2019,” Elfira menyemangati.

Hadir dalam acara tersebut kader perempuan dari DPP-PD, DPD-PD DKI, DPC-PD se-DKI Jakarta, serta pimpinan Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI).  (iwan k/dik)

Dept PPPA Gelar Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Partai Demokrat

Jakarta: Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPPPA DPP-PD) dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD-PD) DKI Jakarta menggelar Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Partai Demokrat (PKP-PD).Acara yang berlangsung selama tiga hari (28-30 Oktober 2014) diselenggarakan di Kantor Pusat Partai Demokrat, Graha Kramat 7,  Jalan Kramat Raya 146, Jakarta Pusat.

Para kader yang mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Partai Demokrat, foto bersama usai mengikuti pelatihan hari pertama di Kantor Pusat Partai Demokrat, Graha Kramat 7, Jalan Kramat Raya 146, Jakarta Pusat, Selasa (28/10). (foto: omartara)

Para kader yang mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Partai Demokrat, foto bersama usai mengikuti pelatihan hari pertama di Kantor Pusat Partai Demokrat, Graha Kramat 7, Jalan Kramat Raya 146, Jakarta Pusat, Selasa (28/10). (foto: omartara)

Dalam sambutannya Koordinator PKP-PD Firliana Purwanti menyampaikan permohonan maaf dari Ketua DPPPA DPP-PD Andi Timo Pangerang yang berhalangan hadir. Firli menyatakan, PKP-PD ini bukan hanya milik departemen perempuan tapi milik Partai Demokrat. Modulnya juga berlaku untuk semua kader, bukan hanya kaum perempuan.

Ada tiga alasan utama mengapa PKP-PD harus digelar, pertama, menurunnya angka partisipasi kaum perempuan di parlemen, baik di DPR-RI maupun di DPRD provinsi serta DPRD kabupaten/kota. Kedua, setelah tidak lagi berada di pemerintahan, PD adalah partai penyeimbang yang mengkritisi kebijakan pemerintahan; apabila programnya tidak pro-rakyat akan dikritisi. Dalam pelatihan ini akan dijelaskan apa itu partai penyeimbang. Ketiga, adanya pesan Ketua Umum PD Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa untuk menjadi partai penyeimbang maka kader PD harus efektif,kreatif, dan cerdas menuju pemenangan Pemilu 2019.

Untuk mencapai tujuan itu semua maka tersusunlah modul yang dirancang departemen dan divisi yang ada di Partai Demokrat.

Firli pun menjabarkan, ada tiga tahapan yang dipelajari pada tiga hari ke depan. Pertama, apa itu demokrasi dan gender. Hari kedua, mempelajari apa itu ideologi nasionalis religius dan berbagai isu nasional. Ketiga, konsep Partai Demokrat sebagai partai penyeimbang.

“Sebelumnya acara yang sama sudah diselenggarakan di DPD-PD Banten,”kata Firli

Wakil Sekjen IV DPP-PD Andi Nurpati mengatakan, DPP-PD memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan DPPPA DPP-PD. Diharapkan,  kegiatan PKP-PD ini akan diteruskan ke setiap daerah.Kader perempuan harus mengingatkan masyarakat bahwa di masa kepemimpinan Presiden RI ke-6 SBY, programnya yang  pro-rakyat telah dirasakan masyarakat.

Andi Nurpati juga mengajak para kader bersatu dan bekerja keras sehingga Partai Demokrat kembali memenangkan Pemilu 2019. Diingatkan pula pesan dari Ketua Umum PD SBY bahwa apapun kondisinya, PD harus tetap bersama rakyat. Usai menyampaikan sambutan, Andi Nurpati membuka kegiatan tersebut.

Acara hari pertama diisi materi tentang teori demokrasi dan politik gender yang dibawakan Atnike Sigiro, dosen ilmu politik  dari  Universitas Paramadina, Jakarta. Setelah itu diadakan diskusi dan tanya jawab.Selanjutnya Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP-PD Ulil Abshar Abdala membawakan materi tentang peta kepartaian di Indonesia serta posisi nasionalis religius.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakil Direktur Eksekutif DPP-PD Fadjar Sampoerno, para kader perempuan di DPP-PD, pengurus DPD-PD DKI dan jajarannya, DPC-PD se-DKI Jakarta, Perwakilan DPD-PD Jabar serta pimpinan Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI).  (iwan k/dik)